Refleksi dan reaksitas dari akrobatik pihak Polri kacamata kontemporer, seolah mereka sedang berjibaku melawan para aktivis pejuang keadilan bukan berposisi layaknya ditengah sebagai pihak yang mesti kedepankan objektifitas.
Akar permasalahannya hampir sama yakni peristiwa hukum yang mengusik rasa keadilan anak bangsa umumnya di tanah air, lalu disadari atau tidak menjadi tontonan lucu masyarakat dunia. Kacamata bening publik menilai, seolah tokoh Pemalsu ijazah lagi-lagi sedang mendikte oknum petinggi Polri agar patuh bagai martil kapan saja untuk dapat diayunkan kepada kepala kepala kritis para pejuang.
Diawali Para Aktivis mendapatkan temuan bahwa, diduga Jokowi menggunakan Ijazah S1 palsu dari Fakuktas Kehutanan UGM dan temuan hukum ini mendapat dukungan para pakar IT Dr. Roy dan Dr. Rismon melulu berdasarkan scientific (riset hasil tekhnologi modern) melalui proses digital forensik.












