Untuk
mengantisipasi bencana alam tersebut, lanjut Supriyatno pihaknya
menyiagakan alat berat termasuk mobil dapur, mobil toilet dan alat vertical
rescue.
“Dari sisi alat, logistik dan SDM sudah disiapkan, kami piket 24 jam. Kami juga berkoordinasi dengan kabupaten/ kota se Jawa Barat, TNI, POLRI, Basarnas dan relawan,” ujarnya.
Untuk logistik penanggulangan bencana, tahun 2019 ini BPBD Jawa Barat mendapat alokasi dana APBD Rp1,2 miliar, sedangkan bantuan dari APBN melalui BNPB Rp4,9 miliar.
Kepala Seksi Logistik BPBD Jawa Barat Usep Supdana menerangkan, BPBD Jawa Barat mengelola dua sumber logistik yaitu dari APBD dan APBN.
“Logistik dialokasikan ke kabupaten/ kota, agar ketika terjadi bencana, daerah sudah siap sedangkan kami BPBD Jabar hanya tinggal melengkapi kebutuhan dasar atau memenuhi bila terjadi kekurangan,” terangnya.













