• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Sabtu, November 7, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home » JABAR DARURAT BEGAL: Pendidikan Karakter atau Penegakan Hukum?

JABAR DARURAT BEGAL: Pendidikan Karakter atau Penegakan Hukum?

Hargib by Hargib
24 Juli 2026
in Edukasi, News
0
Guru besar manajemen pendidikan,Prof.Dr.Ahmad Rusdiana, MM/bedanews.com/harry brajamusti

Guru besar manajemen pendidikan,Prof.Dr.Ahmad Rusdiana, MM/bedanews.com/harry brajamusti

0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, Bedanews.com

– Maraknya aksi begal di berbagai wilayah Jawa Barat dalam beberapa waktu terakhir tidak bisa lagi dipandang sebagai persoalan kriminalitas biasa. “Begal bukan sekadar kriminalitas, tetapi cermin melemahnya pendidikan karakter, kontrol sosial, dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat,” tegas Prof. Dr. H. A. Rusdiana, MM, Guru Besar Manajemen Pendidikan UIN Sunan Gunung Djati Bandung dalam Wawancara Eksklusif, Jumat 24/7/2026.

Menurutnya, kejahatan jalanan saat ini sudah menjadi persoalan multidimensional. Selain mengancam keselamatan jiwa dan harta, begal juga menurunkan rasa aman, mengganggu aktivitas ekonomi, serta memengaruhi kepercayaan publik terhadap stabilitas daerah.

“Karena itu, persoalan begal tidak cukup dipahami sebagai pelanggaran hukum semata, melainkan sebagai indikator melemahnya ketahanan sosial, pendidikan karakter, dan kontrol masyarakat,” jelasnya.

BeritaTerkait

Pemkab Kapuas Susun Rencana Penanggulangan Bencana Daerah, Libatkan Lintas Sektor dan Akademisi

6 November 2026

Ekoteologi dalam Inovasi, Pendidikan, dan Pengabdian

6 November 2026

Akar Masalah: Ketika Kontrol Sosial Melemah

Secara akademik, Prof. Rusdiana merujuk pada Teori Kontrol Sosial Travis Hirschi 1969, Teori Disorganisasi Sosial Shaw & McKay, dan Teori Ekologi Sosial Bronfenbrenner. Ketiga teori itu menjelaskan bahwa kriminalitas meningkat ketika keluarga, sekolah, lingkungan, dan komunitas gagal menjalankan fungsi pembinaan secara terpadu.

Page 1 of 5
12...5Next
Tags: Darurat Begaljawa baratPendidikan KarakterPenegakan hukum
Previous Post

TMMD Ke-129 Kodim 1807/Sorong Selatan Rampungkan Rehab 5 Unit MCK, Tingkatkan Kualitas Sanitasi Warga Kampung Sesor

Next Post

Harmonisasi Ranperda PPLH DPRD Jabar Konsultasi ke Kementerian LH

Related Posts

News

Pemkab Kapuas Susun Rencana Penanggulangan Bencana Daerah, Libatkan Lintas Sektor dan Akademisi

6 November 2026
Edukasi

Ekoteologi dalam Inovasi, Pendidikan, dan Pengabdian

6 November 2026
News

Antisipasi Gangguan Operasional Pesawat, FDI Tasikmalaya Imbau Pilot Drone Tertib Aturan dan Koordinasi

5 November 2026
Edukasi

DPRD Jabar Berharap Seluruh Venue Pertandingan Proprov Dipersiapkan Secara Optimal

5 November 2026
News

Kemendagri Dampingi Hulu Sungai Utara Tingkatkan Kualitas Pelayanan Dasar

4 November 2026
News

Kemendagri Dorong Kolaborasi Pemerintah Daerah, BPD, Fintech dan Dunia Usaha untuk Percepat Pertumbuhan Ekonomi Digital

4 November 2026
Next Post

Harmonisasi Ranperda PPLH DPRD Jabar Konsultasi ke Kementerian LH

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com © 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com © 2021