Inilah bukti zalimnya sistem demokrasi sekularisme yang dibuat oleh hasil suara manusia, yang tidak peduli bahkan menyengsarakan masyarakat. Sehingga kebijakan-kebijakan yang diterapkan hanya untuk melanggengkan kekuasaan penguasa dan pemilik modal saja. Kalau saja bisa dicermati dengan teliti, lonjakan yang terjadi pada kasus Covid-19 bukan kesalahan dari menginput data, melainkan dari sistem yang dianutnya. Rezim demokrasi lebih berorentasi pada reputasi (harga mati) dibanding bertindak nyata. Sistem demokrasi telah mengalami kegagalan total dalam menghadapi wabah yang tidak kunjung usai.
Dunia dan umat saat ini membutuhkan sistem alternatif sebagai solusi, untuk menyelamatkan nyawa manusia agar tidak banyak korban yang berjatuhan. Solusi alternatif itu sudah terbukti sejak 13 abad lalu, telah mampu menangani wabah agar tidak meluas ke wilayah lainnya. Dalam sejarah sudah terbukti sistem terbaik itu ada dalam negara Islam.













