Pertumbuhan pendapatan usaha sampai dengan triwulan ketiga tahun ini turut merefleksikan angkutan penumpang Garuda Indonesia secara grup di mana capaian angkutan penumpang hingga bulan September 2024 mencapai 17,73 juta penumpang atau menguat 24% (YoY) yang dikontribusikan dari angkutan Garuda Indonesia (mainbrand) sebesar 8,34 juta penumpang meningkat 45% sementara Citilink sebanyak 9,39 juta penumpang, naik 10%.
Irfan menambahkan, melalui adanya perubahan skema perjanjian sewa pesawat dari skema konvensional menjadi skema ijarah, ini selaras dengan upaya Perusahaan untuk menjadikan Perusahaan lebih solvable dan berpotensi meningkatkan nilai kapitalisasi pasar saham Perusahaan dengan memperoleh refleksi kondisi riil terkait beban sewa pesawat pada periode tertentu, sekaligus memungkinkan Garuda Indonesia untuk melaksanakan perencanaan dalam perolehan revenue sehubungan dengan beban sewa yang harus ditanggung Perusahaan pada periode tertentu.













