• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Minggu, November 8, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home » India dan Indonesia Jalin Kerja Sama Tekstil, Bandung Jadi Titik Temu Industri

India dan Indonesia Jalin Kerja Sama Tekstil, Bandung Jadi Titik Temu Industri

admin by admin
13 April 2026
in Ekonomi
0
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, BEDAnews – Industri tekstil Indonesia kembali mendapat perhatian dari mitra internasional. Kali ini, India melihat peluang besar untuk memperkuat kerja sama dengan pelaku industri tekstil nasional melalui forum bisnis yang digelar di Bandung, Senin, 13 April 2026.
ㅤ
Pertemuan tersebut mempertemukan Asosiasi Pertekstilan Indonesia atau API dengan India ITME Society. Dalam forum itu, kedua pihak membahas peluang kolaborasi yang lebih luas, mulai dari modernisasi mesin, efisiensi energi, hingga penguatan daya saing industri tekstil dan garmen di tengah tekanan global yang semakin berat.
ㅤ
Tantangan dan Peluang Kerja Sama
ㅤ
ㅤ
Wakil Ketua API Jawa Barat, David Leonardi, menjelaskan bahwa Indonesia saat ini masih sangat bergantung pada impor untuk kebutuhan mesin tekstil maupun bahan kimia industri. Menurut dia, kolaborasi dengan India menjadi penting karena negara tersebut dinilai semakin maju dalam pengembangan mesin tekstil, termasuk dalam pemanfaatan teknologi yang lebih canggih untuk kebutuhan industri masa depan.
ㅤ
ㅤ
David menilai, India memiliki dukungan pemerintah yang kuat di sektor tekstil. Hal itu membuat negara tersebut mampu berkembang pesat dalam industri permesinan tekstil dan garmen. Di sisi lain, Indonesia tetap dipandang menarik karena memiliki ekonomi makro yang stabil dan pasar yang besar untuk pengembangan industri tekstil.
ㅤ
Dalam pandangan API, tantangan industri tekstil nasional saat ini tidak ringan. Selain ketergantungan terhadap impor, sektor tekstil dan produk tekstil di Indonesia juga dibayangi kompleksitas regulasi yang tinggi. David menyebut sektor ini bersinggungan dengan banyak kementerian dan memiliki jumlah kode HS yang sangat banyak, sehingga birokrasi menjadi semakin rumit.
ㅤ
Kondisi itu paling dirasakan oleh pelaku UMKM. David menyebut jumlah UMKM di sektor tekstil jauh lebih besar dibanding industri besar, tetapi mereka justru menjadi kelompok yang paling rentan. Di tengah banjir produk impor, banyak pelaku usaha kecil terpaksa menjual stok dengan harga rugi demi menjaga usaha tetap bertahan.
ㅤ
Meski begitu, David melihat masa sulit ini sebagai fase seleksi alam di dunia usaha. Menurutnya, hanya pelaku industri yang tangguh, adaptif, dan mampu membaca perubahan yang akan bertahan dan tumbuh lebih kuat di masa depan.
ㅤ
Dari pihak India, Mr. Ketan Bhavanidas Sanghvi menegaskan bahwa India ITME Society dan API telah memiliki nota kesepahaman atau MOU sebagai dasar kolaborasi. Ia menilai Indonesia merupakan mitra penting karena memiliki keahlian manufaktur, pengalaman industri, dan pasar yang terus berkembang.
ㅤ
Menurut Ketan, India memiliki kekuatan pada basis manufaktur dan ragam mesin tekstil yang luas, mulai dari sektor pemintalan, pemrosesan, hingga penenunan. Sementara itu, Indonesia menawarkan potensi pasar yang besar seiring pertumbuhan ekonomi dan meningkatnya daya beli masyarakat.
ㅤ
Ia menilai penggabungan teknologi serta mesin dari India dengan kemampuan manufaktur Indonesia akan menciptakan kerja sama yang saling menguntungkan. Bagi India, Indonesia adalah pasar strategis. Bagi Indonesia, kerja sama ini dapat membuka jalan menuju modernisasi industri tekstil yang lebih cepat.
ㅤ
Namun, kedua pihak juga sama-sama menyadari bahwa tantangan global belum ringan. Gejolak geopolitik, gangguan logistik, dan kenaikan harga energi dunia masih menekan industri tekstil global. Kondisi itu berdampak langsung pada biaya produksi, termasuk pada bahan sintetis yang sangat dipengaruhi harga minyak mentah.
ㅤ
Karena itu, efisiensi, inovasi, dan keberlanjutan menjadi fokus utama dalam kolaborasi ini. Modernisasi mesin, teknologi hemat energi, serta praktik produksi yang lebih ramah lingkungan dipandang sebagai kebutuhan mendesak untuk menjaga daya saing industri tekstil ke depan.
ㅤ
Pertemuan di Bandung ini memperlihatkan bahwa kerja sama Indonesia dan India di sektor tekstil tidak hanya bicara soal dagang, tetapi juga tentang cara bertahan dan tumbuh di tengah tekanan global. Saat biaya energi naik, pasokan terganggu, dan persaingan makin ketat, kolaborasi lintas negara menjadi salah satu jalan yang dinilai paling realistis untuk menjaga produktivitas industri.**(Firman P.Y)

BeritaTerkait

FOTO BERSAMA: Asep Herman (tengah) dengan para tim promotor dan Penguji usai Sidang Promosi Doktor di Pascasarjana UIN SGD Bandung/Jumat,30/10/2026/Dok.Bedanews.com/yadi

Riset Tentang MBG Gunakan Metode TAMKIN, Asep Herman Raih Doktor Hukum Islam

31 Oktober 2026

APBD Jabar 2027 Harus Berdampak Nyata Bagi Kesejahteraan Masyarakat*

30 Oktober 2026
Tags: apibisnis tekstil Bandungefisiensi energi tekstilIndia ITME Societyindustri garmenIndustri tekstil Indonesiakerja sama tekstil Indonesia Indiamesin tekstil modern
Previous Post

Yayasan Al Akbar Terima Mobil Jenazah dari BRI, Solusi Transportasi Warga Kini Lebih Mudah

Next Post

Hadir di Kabupaten Gowa, Pemerintah Ingatkan Pentingnya Sinergi Bersama dalam Program MBG

Related Posts

FOTO BERSAMA: Asep Herman (tengah) dengan para tim promotor dan Penguji usai Sidang Promosi Doktor di Pascasarjana UIN SGD Bandung/Jumat,30/10/2026/Dok.Bedanews.com/yadi
Ekonomi

Riset Tentang MBG Gunakan Metode TAMKIN, Asep Herman Raih Doktor Hukum Islam

31 Oktober 2026
Ekonomi

APBD Jabar 2027 Harus Berdampak Nyata Bagi Kesejahteraan Masyarakat*

30 Oktober 2026
Ekonomi

Kolaborasi YBM BRILiaN dan Lokadesa, 350 Warga Rentan di Jabar Jadi Sasaran Bantuan Pangan

29 Oktober 2026
Ekonomi

Pilkades Digital 92 Desa di Kabupaten Sumedang Lancar

28 Oktober 2026
Edukasi

Bunda Yana: Prioritas BKAD Perhatikan Kesiapan Kegiatan dan Kualitas Hasil Pembangunan

28 Oktober 2026
Ekonomi

DPRD Jabar Pastikan Penyusunan APBD TA 2027 Efektif, Akuntabel, dan Relevan Dengan Kebutuhan Pembangunan Masyarakat

28 Oktober 2026
Next Post

Hadir di Kabupaten Gowa, Pemerintah Ingatkan Pentingnya Sinergi Bersama dalam Program MBG

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com © 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com © 2021