• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Jumat, April 17, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home » Delegasi India Sebut Pasar Tekstil Indonesia Masih Menarik di Tengah Tekanan Global

Delegasi India Sebut Pasar Tekstil Indonesia Masih Menarik di Tengah Tekanan Global

admin by admin
13 April 2026
in Ekonomi
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, BEDAnews – Perwakilan India ITME Society, Mr. Vankatachalam Ramanath Saiganesh, menilai Indonesia masih memiliki posisi penting dalam arah kerja sama industri tekstil dengan India. Hal itu disampaikannya usai forum bisnis tekstil Indonesia dan India yang digelar di Bandung, Senin, 13 April 2026.
ㅤ
Menurut Saiganesh, India dan Indonesia memiliki ruang kolaborasi yang saling melengkapi. India, kata dia, menawarkan basis manufaktur yang kuat serta ragam mesin tekstil untuk sektor pemintalan, pemrosesan, hingga penenunan. Sementara Indonesia dinilai memiliki pengalaman manufaktur, kemampuan industri, dan pasar yang terus berkembang.
ㅤ
Peluang Pasar dan Tantangan Global
ㅤ
Ia menjelaskan, India ITME Society dan Asosiasi Pertekstilan Indonesia atau API telah memiliki nota kesepahaman sebagai dasar kerja sama. Bagi Saiganesh, kolaborasi tersebut penting karena dapat mempertemukan teknologi serta mesin dari India dengan kapasitas produksi dan kebutuhan industri tekstil Indonesia yang terus bergerak.
ㅤ
Saiganesh juga melihat pasar Indonesia masih sangat menjanjikan. Ia menilai permintaan di dalam negeri akan terus meningkat seiring kenaikan pendapatan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi. Kondisi itu membuat Indonesia menjadi mitra yang menarik bagi pelaku industri tekstil India.
ㅤ
Di sisi lain, ia mengakui bahwa industri tekstil global sedang menghadapi tekanan jangka pendek akibat situasi geopolitik. Konflik di Timur Tengah, menurutnya, telah memicu gangguan logistik dan kenaikan harga minyak mentah, yang kemudian berdampak pada meningkatnya biaya benang sintetis dan berbagai kebutuhan produksi lainnya.
ㅤ
Dalam situasi seperti itu, Saiganesh menilai industri tekstil harus bergerak ke arah yang lebih efisien, inovatif, dan berkelanjutan. Ia menyebut pelaku industri saat ini perlu mulai mengurangi ketergantungan pada rantai pasok tradisional, sekaligus mendorong penggunaan teknologi dan mesin yang lebih modern untuk menjaga daya saing.
ㅤ
Meski tantangan global masih terasa, Saiganesh optimistis kondisi tersebut tidak akan berlangsung selamanya. Ia meyakini permintaan pasar dan dunia usaha akan membaik kembali ketika situasi global mulai stabil. Karena itu, forum di Bandung dinilainya sebagai langkah penting untuk membuka peluang kerja sama yang lebih konkret antara industri tekstil India dan Indonesia.
ㅤ
Pertemuan ini juga menunjukkan bahwa kerja sama kedua negara tidak hanya berbicara soal perdagangan, tetapi juga soal bagaimana menjawab tekanan biaya energi, gangguan pasok, dan kebutuhan modernisasi industri secara bersama. Dalam pandangan Saiganesh, kombinasi teknologi India dan pasar Indonesia dapat menjadi hasil yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak.** (Firman P.Y)

BeritaTerkait

Penumpang kereta api di wilayah Daop 3 Cirebon

Kinerja Moncer KAI Daop 3 Cirebon Awal 2026, Layani 1 Juta Penumpang

15 April 2026

India dan Indonesia Jalin Kerja Sama Tekstil, Bandung Jadi Titik Temu Industri

13 April 2026
Tags: Bandungefisiensi energi tekstilIndia ITME SocietyIndustri tekstil Indonesiakerja sama tekstil India Indonesiamesin tekstil Indiapasar tekstil IndonesiaSaiganesh
Previous Post

Kejari Kota Cirebon Tetapkan 3 Tersangka Korupsi BPR Bank Cirebon, Kerugian Negara Capai Rp17,3 Miliar

Next Post

Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis di Merauke Dorong Peningkatan Kualitas Gizi Masyarakat

Related Posts

Penumpang kereta api di wilayah Daop 3 Cirebon
Ekonomi

Kinerja Moncer KAI Daop 3 Cirebon Awal 2026, Layani 1 Juta Penumpang

15 April 2026
Ekonomi

India dan Indonesia Jalin Kerja Sama Tekstil, Bandung Jadi Titik Temu Industri

13 April 2026
Ekonomi

Yayasan Al Akbar Terima Mobil Jenazah dari BRI, Solusi Transportasi Warga Kini Lebih Mudah

13 April 2026
Ekonomi

DPRD Jabar Dorong Peran Aktif Pemerintah Daerah Penguatan Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat

10 April 2026
Ekonomi

Prof. Dr. Iwan Setiawan,M.Pd.,Tegaskan tentang Rekonstruksi Hukum Ekonomi Syariah Menuju Kedaulatan Ekonomi Nasional

10 April 2026
Ekonomi

DPRD Tinjau Ulang Skema Kerjasama Pengelolaan Jatinangor National Golf Resort

9 April 2026
Next Post
Sosialisasi program MBG di Merauke

Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis di Merauke Dorong Peningkatan Kualitas Gizi Masyarakat

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com © 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com © 2021