Menurutnya, luasnya wilayah kerja, tingginya dinamika mobilitas orang asing, serta data dan informasi yang masih tersebar di berbagai fungsi membutuhkan sistem pengawasan yang lebih terintegrasi dan berbasis informasi.
“Melalui IRON SIGRA, desa binaan dan PIMPASA diarahkan untuk tidak hanya berperan sebagai sarana pembinaan dan edukasi, tetapi juga berkembang menjadi simpul informasi dan deteksi dini berbasis wilayah,” kata Syahrioma pada Kamis (22/10/26).
Ia menjelaskan, informasi yang diperoleh dari masyarakat nantinya dapat dikelola secara terstruktur, diverifikasi, dan dimanfaatkan sebagai bahan analisis serta tindak lanjut oleh pejabat maupun unit yang berwenang.
Syahrioma mengungkapkan, IRON SIGRA mengintegrasikan delapan komponen utama untuk mendukung pengelolaan informasi dan pengawasan keimigrasian.













