Subang, BEDAnews
Hampir 80 petani tambak Pantai Patimban Kecamatan Pusakaja, Kabupaten Subang, merugi akibat ikan yang ada di dalam tambak mati. Sementara di kabarkan kerugian yang di derita para petani tambak mencapai ratusan juta rupiah.
Kanta 42 tahun salah seorang petani tambak dari Dusun Genteng Rt 12/05 Desa Patimban, mengeluhkan kematian ikan di tambak miliknya itu setelah beroperasinya pengeboran minyak di lepas Pantai Patimban. Sehingga kematian ikan-ikan itu, diduga akibat dari pengeboran minyak yang dilakukan oleh PT Pertamina.
Kejadian kematian ikan di tambak para petani tersebut, terjadi sejak pertengahan bulan April lalu. Namun terkait dengan kejadian ini, baik dari Pemkab Subang maupun dari PT Pertamina belum ada yang peduli atau yang bertanggung jawab atas kerugian para petani tambak itu.
Padahal kata Kanta, sebelumnya dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Subang, sudah membawa sample ikan yang mati untuk di bawa ke Laboratorium. Tapi hingga saat ini, belum ada sosialisasi dari pihak Dinas Kelautan dan Perikanan atas hasil lab itu. Seluruh Petani tambak, lanjut Kanta, hingga kini masih menunggu jawaban dari hasil lab agar penyebabnya bisa secepatnya di ketahui.
Di bagian lain, Kanta mengungkapkan rasa kekecewaannya terhadap Pemkab Subang dan PT Pertamina yang belum ada perhatiannya sama sekali akan nasib yang menimpa mereka.
Sementara Carnita salah seorang pengurus koperasi Misaya Guna Patimban yang dihubungi membenarkan adanya keluhan para petani ikan tambak disana dimana banyak ikan-ikannya mati yang diduga akibat adanya pengeboran yang dilakukan pertamina. [adang]











