Ekonomi yang Mengabaikan peran
Salah satu kegagalan besar ekonomi modern adalah ketidakmampuan menghitung kerja perawatan (care economy). Pekerjaan ibu yang mengasuh, mendidik, menjaga kesehatan emosional keluarga, tidak tercatat dalam Produk Domestik Bruto (PDB).
Filsuf ekonomi Karl Polanyi pernah mengingatkan bahwa ketika ekonomi terlepas dari nilai sosial dan moral, fondasi ekonomi masyarakat menjadi rentan. Dalam konteks ini,
Al-Qur’an kembali mengingatkan tentang keseimbangan:
“Dan langit telah Dia tinggikan dan Dia letakkan neraca (keadilan), supaya kamu jangan melampaui batas dalam neraca itu.”
(QS. Ar-Rahman: 7–8)
Melampaui batas bukan hanya soal moral individu, tetapi juga soal sistem ekonomi yang rakus dan tidak berimbang.
Ibu, dan Masa Depan Peradaban
Hannah Arendt menekankan bahwa krisis modern muncul ketika manusia kehilangan kemampuan berpikir jangka panjang dan terjebak dalam kepentingan sesaat. Peran ibu menawarkan perspektif bagaimana pembangunan modern dibangun atas dasar berpikir lintas generasi.
Ibu tidak bertanya, “Apa untungnya hari ini?” tetapi, “Apakah ini aman bagi anakku esok hari?” Tanpa perspektif keibuan, pembangunan berubah menjadi perampasan masa depan. Kemajuan yang tidak beretika hanyalah percepatan menuju krisis berikutnya.













