Ibu di Garis Depan Krisis Global
Dalam realitas sehari-hari, ibu adalah pihak yang paling awal dan paling nyata merasakan dampak krisis ekologis dan ekonomi. Ketika harga pangan melonjak, ibu yang pertama kali menyesuaikan dapur keluarga. Ketika air bersih sulit diakses, ibu yang mengatur ulang kebutuhan rumah tangga. Ketika bencana datang, ibu yang memastikan anak-anak selamat, dan sering kali mengorbankan keselamatannya sendiri.
Namun paradoksnya, meski berada di garis depan krisis, ibu justru sering absen dalam pengambilan keputusan strategis. Dunia berbicara tentang green economy, sustainable development, dan climate resilience, tetapi lupa bahwa nilai-nilai tersebut telah lama hidup dalam etika keibuan dengan prinsip hidup secukupnya, berpikir jangka panjang, dan mengutamakan keselamatan generasi mendatang.













