Indonesia dan Etika Keibuan
Dalam konteks Indonesia, peran ibu sangat sentral, dari ketahanan keluarga, ekonomi informal, menjaga nilai sosial dan lingkungan. Namun kebijakan publik masih sering memposisikan ibu sebagai objek program, bukan subjek peradaban.
Jika Indonesia ingin sungguh-sungguh membangun masa depan berkelanjutan, maka ibu harus ditempatkan di pusat kebijakan ekonomi, ekologi, dan sosial. Bukan sekadar simbol Hari Ibu, tetapi sebagai aktor strategis penjaga peradaban.
Hari Ibu harus menjadi momentum refleksi peradaban, bukan sekadar seremoni. Menghormati ibu berarti menghormati bumi. Menghormati kehidupan itu sendiri.
Al-Qur’an menutup dengan pengingat yang relevan bagi dunia hari ini, bahwa :
“Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi setelah (Allah) memperbaikinya.”
(QS. Al-A’raf: 56)













