Untuk menjawab pertanyaan tersebut, tulisan ini memperkenalkan sebuah pendekatan baru, yaitu Indeks Kontribusi Hilirisasi Fiskal (IKHF), sebagai instrumen untuk mengukur kontribusi hilirisasi terhadap kapasitas fiskal negara. Berbeda dengan ukuran keberhasilan yang selama ini lebih menitikberatkan pada aspek investasi dan industrialisasi, IKHF menempatkan kesehatan fiskal sebagai indikator utama keberhasilan hilirisasi. Melalui pendekatan ini, keberhasilan hilirisasi diukur dari sejauh mana pengelolaan sumber daya mineral mampu meningkatkan penerimaan negara, memperluas basis perpajakan, memperkuat devisa, meningkatkan dividen BUMN, mengurangi kebocoran ekonomi, serta menghasilkan efek berganda (multiplier effect) yang memperkokoh kemampuan negara dalam membiayai pembangunan dan mewujudkan sebesar-besarnya kemakmuran rakyat sebagaimana diamanatkan oleh Pasal 33 UUD 1945.













