Di sinilah letak arti strategis hilirisasi. Ketika mineral wajib diolah di dalam negeri, rantai nilai nasional menjadi lebih panjang. Smelter dibangun, industri pengolahan berkembang, investasi masuk, tenaga kerja terserap dan produk bernilai tambah tinggi mulai dihasilkan. Negara tidak lagi sekadar memperoleh penerimaan dari hasil tambang, tetapi juga dari pajak industri, aktivitas manufaktur, logistik, jasa keuangan, hingga ekspor produk olahan. Semakin panjang rantai nilai yang berada di dalam negeri, semakin kecil peluang terjadinya kebocoran ekonomi.
Namun demikian, keberhasilan hilirisasi selama ini masih diukur melalui indikator yang bersifat sektoral, seperti nilai investasi, jumlah smelter, atau nilai ekspor produk olahan. Indikator tersebut penting, tetapi belum mampu menjawab pertanyaan yang lebih mendasar: seberapa besar hilirisasi memperkuat kesehatan fiskal negara?













