• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Minggu, November 8, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home ยป Hilangnya Pupuk Subsidi bisa Timbulkan Kerawanan Pangan, H. Osin: Banyak Dimanfaatkan Spekulan

Hilangnya Pupuk Subsidi bisa Timbulkan Kerawanan Pangan, H. Osin: Banyak Dimanfaatkan Spekulan

Ki Agus by Ki Agus
15 Agustus 2022
in Tak Berkategori
0
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KAB. BANDUNG || bedanews.com — Menanggapi keluhan petanai karena adanya wacana akan dihilangkan pupuk subsidi dari pemerintah, disebutkan Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Bandung, H. Osin Permana, akan berdampak pada kerawanan ketahanan pangan.

Osin menambahkan, pupuk subsidi yang tersedia untuk petani di Kabupaten Bandung hanya berkisar 70 ribu ton sampai 75 ribu ton yang menurutnya masih kurang karena tidak sesuai dengan jumlah sawah yang saat ini mencapai 17 ribu hektare. Kalau pun ada upaya untuk melakukan rekonstruksi awal dengan menggunakan pupuk organik, pastinya hal itu membutuhkan waktu cukup lama untuk penyesuaiannya.

“Tanah atau lahan sawah yang biasa diberikan pupuk non organik akan sulit menerima pupuk organik, dan itu jelas akan menghambat produksi yang sebelumnya bisa panen setahun dua kali,” kata legisltor yang juga Ketua Fraksi Demokrat di Gedung DPRD, Senin 15 Agustus 2022.

Legislator juga merasa prihatin dengan keberadaan subsidi pupuk yang menurutnya dimanfaatkan spekulan. Bahkan ia pernah mendengar kalau subsidi pupuk untuk petani Kabupaten Bandung dijual ke daerah lain. Itu jelas prilaku yang tidak bertanggung jawab.

BeritaTerkait

Katim Wasev Apresiasi Satgas TMMD Ke-130 Kodim 1808/Mansel, Sukses Raih Overprestasi

7 November 2026

Kejar Target Sebelum Penutupan, Satgas TMMD Ke-130 Bersama Warga Rampungkan Pembangunan MCK

7 November 2026

Selanjutnya ia menuturkan masa depan pertanian yang dikuatirkan tidak ada regenerasinya, mengingat usia para petani di Kabupaten Bandung rata-rata sudah berusia 50 tahun hingga 60 tahun lebih. Sementara generasi muda cenderung menyukai pekerjaan lain yang tidak belepotan lumpur.

Dari permasalahan ini, ia memprediksikan akan ada di masa depan masyarakat tidak lagi mempersoalkan BBM melainkan kebutuhan pangan. Sebab akan terjadi kelangkaan pangan yang menjadi pemicu permasalahan.

“Apalagi sekarang ini luas lahan pertanian atau sawah di Kabupaten Bandung hanya tinggal 13 ribu hektare, yang harus dipertahankan eksistensinya,” ujarnya.

Dikesempatan itu, ia mengemukakan polemik yang terjadi di Kabupaten Bandung yang mencakuo isyu kerusakan lingkungan, isyu semakin sempitnya lahan sawah, dan isyu ketenagakerjaan. Jelas hal itu harus segera disikapi dengan baik oleh semua pihak.

Kerusakan lingkungan harus dijaga, kerawanan alih fungsi lahan harus diwaspadai, dan masalah ketenagakerjaan harus secepatnya di cari solusinya. Dari tiga item itu, kerusakan lingkungan dan alih fungsi lahan yang mesti menjadi prioritas diwaspadai.***

Previous Post

Kopi Menjadi Ikon, H. Osin: Kabupaten Bandung Penghasil Kopi Terbaik

Next Post

Dosen Trisakti Dr Azmi Syahputra Menilai Ada Kejanggalan Dalam Perkara Dam Parit Karawang

Related Posts

TNI-POLRI

Katim Wasev Apresiasi Satgas TMMD Ke-130 Kodim 1808/Mansel, Sukses Raih Overprestasi

7 November 2026
TNI-POLRI

Kejar Target Sebelum Penutupan, Satgas TMMD Ke-130 Bersama Warga Rampungkan Pembangunan MCK

7 November 2026
TNI-POLRI

TNI Temukan Black Box MI-17, Kunci Penting Pengungkapan Penyebab Kecelakaan

7 November 2026
TNI-POLRI

Kepala Kampung Yamboi Apresiasi TMMD Ke-130, Berharap Program Bedah Rumah Terus Berlanjut

7 November 2026
TNI-POLRI

Tim Wasev TMMD Ke-130 Berbagi Kebahagiaan, Anak-Anak Kampung Yamboi Sumringah

7 November 2026
TAUZIAH-Kapolres Wonogiri, AKBP Deni Septiawan saat memberikan Tauziah para Santri Ponpes Al-Barru saat Safari Subuh. (Foto Doc. Polres).
TNI-POLRI

Kapolres Wonogiri: Melalui Safari Subuh, Silaturahmi Semakin Erat

7 November 2026
Next Post

Dosen Trisakti Dr Azmi Syahputra Menilai Ada Kejanggalan Dalam Perkara Dam Parit Karawang

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com ยฉ 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com ยฉ 2021