KAB. BANDUNG || bedanews.com — Kopi bisa menjadi ikon Kabupaten Bandung, dengan kopi pula dikatakan Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Bandung, perekonomian masyarakat ada kemungkinan bisa meningkat selama dikelola koperasi melalui pelaku UKM menengah ke bawah. Mengingat saat ini sudah dilakukan master plan untuk kopi dari pengolahan sampai penyajiannya.
Dari kopi tersebut bisa dijadikan etalase pembangunan pasar wisata dengan produk andalan yang disebutkan legislator yang juga Ketua Fraksi Demokrat itu, tidak ada daerah penghasil kopi terbaik selain di Kabupaten Bandung. Seperti contohnya, Kopi Manglayang dari Gunung Manglayang, Kopi Puntang dari Comaung, Kopi Gunung Tilu dari Pangalengan, dan wilayah lainnya penghasil kopi.
“Jadi kalau ada warga yang butuh kopi atau menikmati kopi, tidak perlu jauh-jauh ke kota Bandung atau daerah lainnya. Cukup datang saja ke Kabupaten Bandung, mereka bisa menikmati enaknya minum kopi,” katanya di Gedung DPRD, Senin 15 Agustus 2022.
Makanya Komisi B mendorong dan memberikan motivasi kepada Pemkab Bandung untuk mengimplementasikan terbentuknya Pasar Wisata. Selain kopi yang menjadi prioritas karena merupakan ikon, masyarakat juga bisa menyediakan kebutuhan-kebutuhan lain berupa hasil daerahnya untuk dijajakan guna memenuhi kebutuhan wisatawan yang pastinya setiap kunjungannya bernilai ekonomi.
Melalui pasar wisata itu, lanjutnya, infrastruktur perekonomian masyarakat dalam upaya meningkatkan akselerasi perekonomian pasca pandemi covid 19 bisa terealisasikan dengan baik. Sebab Kabupaten Bandung merupakan wilayah kopi terbaik saat ini.
“Malah kopinya itu sampai di ekspor ke luar negeri. Itu kan merupakan bukti kalau kopi yang dihasilkan oleh Kabupaten Bandung memiliki kualitas yang baik dan bagus. Jadi wajar kalau kopi dijadikan ikon,” pungkasnya.***













