Nasional

Hasyim Muzadi: Toleransi Agama Bukan Justifikasi

Bandung, BEDAnews.com

Dalam mencipatakan kerukunan umat beragama, maka, harus ada keseimbangan antara eksistensi dan toleransi. Pemahaman konsep toleransi yang salah kaprah dapat menimbulkan komplikasi. Jadi dalam memahami toleransi harus tetap berada pada alur yang benar tidak kekiri dan tidak ke kanan, tidak kurang tidak lebih, karena toleransi yang terlalu keluar akan merusak keyakinan, begitu juga terlalu kedalam akan mnimbulkan eklusifitas dan ekstriminitas.

“ perlu di ingat, bahwa toleransi beragama bukan justifikasi atau pembenaran ritual  agama tertentu, tetapi sebagai bentuk penghargaan ,dalam  kontek social, politik dan kehidupan bernegara,” tegas Hasyim saat jadi nara sumber seminar nasional” Kerukunan Umat Beragama” di kampus UIN Bandung, Rabu,25/02/2015.

Sementara Tokoh Katolik Franz magnis Suseno meminta pemerintah bertindak tegas terhadap pelaku-pelaku yang merusak tatanan kerukunan umat beragama.”  Pemerintah harus menjalankan  hukum yang berlaku, tindak tegas siapapun yang menciderai nilai-nilai toleransi agama,  Kitapun harus selalu mengedepankan cinta kasih, dan jangan mengklaim paling benar dan menganggap orang lain salah dan sesat, karena hanya Tuhan yang maha tahu segalanya,” ungkap Magnis  dalam pemaparannya.

Dr.I Ketut Donder (Tokoh Hindu), mengutarakan kerukunan  umat beragama sangat mudah dicptakan melaui tradisi saling menghargai. Siapapun orang, meski lemah dan hina dina tetap ingin dihargai demikian pula sesederhana apapun keyakinan seseorang tetap harus dihargai seperti keyakinan lain untuk dihargai. “ untuk menciptakan kerukunan umat beragama salah satu yang harus dibangun adalah dialog, sebab dengan dialoglah terjadi saling pengertian dan terwujud keserasian yang indah,” Tandas Ketut Donder.(harry gibrant)

Baca Juga  Anies Baswedan Setuju Jakarta Jadi Tuan Rumah HPN 2021

Tinggalkan Balasan

Back to top button
Close
Close