Menurut Prof.Rusdiana, Ada tiga isu utama yang mengemuka pada Hari Buruh 2026: perlindungan pekerja gig, dampak transisi energi, dan relevansi Hari Buruh bagi Gen Z.
Kebijakan & Kesejahteraan bagi Pekerja Gig
Perlindungan kerja bagi freelancer dan pekerja online harus berangkat dari pengakuan status mereka sebagai pekerja, bukan sekadar mitra platform. Model perlindungan yang adil mencakup tiga hal:Jaminan sosial portabel – Pekerja tetap mendapat akses BPJS Kesehatan, jaminan kecelakaan kerja, dan pensiun tanpa bergantung pada satu pemberi kerja.
Transparansi algoritma platform – Regulasi perlu memastikan keadilan dalam penentuan upah dan akses kerja, mengingat banyak pekerja digital bergantung pada sistem rating dan distribusi order yang tidak transparan. Standar upah minimum berbasis tugas – Bukan sekadar tarif pasar, melainkan task-based minimum earning.Negara perlu hadir sebagai regulator yang menjembatani fleksibilitas dan kepastian. Tanpa intervensi kebijakan, gig economy berisiko melahirkan eksploitasi baru dalam wajah modern.













