“Pembelajaran berdiferensiasi memberi ruang setiap anak berkembang sesuai potensi. Asesmen digunakan untuk memperbaiki proses, bukan hanya mengukur hasil,” ujarnya.
Pendidikan karakter diintegrasikan melalui pembiasaan nilai integritas, tanggung jawab, disiplin, kepedulian, dan gotong royong. Dengan manajemen kurikulum adaptif, sekolah diharapkan melahirkan lulusan unggul akademik, tangguh, dan berakhlak untuk Generasi Emas 2045.
- Aspek Keterlibatan: “Sayang Anak” Lewat Kolaborasi Setara
Budaya sekolah ramah anak hanya lahir dari kolaborasi sekolah, keluarga, pemerintah daerah, dan masyarakat. Orang tua bukan sekadar penerima rapor, melainkan mitra strategis. Pemda berperan dalam regulasi, anggaran, dan pengawasan. Masyarakat menciptakan lingkungan sosial yang aman.Wujud kolaborasi: forum komunikasi rutin, pendidikan pengasuhan/parenting, sistem informasi perkembangan siswa, serta jejaring layanan kesehatan, psikologi, dan perlindungan sosial.













