JAKARTA, Bedanews.com-
Peringatan Hari Anak Nasional ke-42, 23 Juli 2026 dengan tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan” tidak boleh berhenti sebagai seremoni tahunan. Bagi dunia pendidikan, momentum ini adalah ujian nyata kemampuan sekolah, keluarga, dan pemerintah membangun ekosistem yang benar-benar melindungi anak.
Demikian ditegaskan Prof. Dr. H. A. Rusdiana, MM, Guru Besar Manajemen Pendidikan, dalam Wawancara Eksekutif Media Bedanews, Senin 21 Juli 2026.
“HAN bukan seremoni tahunan. Momentum ini menguji kemampuan sekolah, keluarga, dan pemerintah membangun ekosistem pendidikan yang benar-benar melindungi anak,” ucap Rusdiana.
Peringatan HAN tahun ini beriringan dengan dimulainya Tahun Pelajaran 2026/2027. Karena itu, ia menekankan keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari prestasi akademik. “Keberhasilan juga diukur dari kemampuan satuan pendidikan menghadirkan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang anak secara utuh,” jelasnya.













