KAB. BANDUNG || bedanews.com — Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Bandung, H. Osin Permana, menegaskan, kalau penyaluran bantuan modal bergulir tanpa agunan itu untuk BPR Kerta Raharja sudah cukup maksimal. Malah dalam pencapaiannya sudah 70 persen lebih.
Selain itu, ditambahkan legislator yang juga Ketua Fraksi Demokrat, pada pelaksanaannya menjemput bola demikian juga dengan penagihannya dilakukan secara door to door. Sehingga pengembalian dana tidak terkendala sama sekali.
Dikaitkan dengan BJB Jabar, lanjutnya, jelas sangat berbeda sekali metodeloginya. BJB itu merupakan Bank Umum, dan pada pelaksanaannya penyaluran dana bergulir cenderung cari aman. Seperti menunggu di tempat pada prosesnya ada persyaratan lain yang harus disertakan oleh masyarakat.
“Itulah yang menyebabkan penyaluran dana bantuan modal bergulir belum maksimal diimplementasikan,” katamya di ruang Fraksi, Jum’at 19 Agustus 2022.
Tindak lanjut yang akan dilakukan DPRD, ia mengemukakan, akan melakukan evaluasi mengenai program prioritas Bupati Bandung itu. Besar kemungkinan dana yang masih tersedia di BJB akan dilimpahkan ke BPR kembali sebagai penyalur utama.
“Jadi saya meluruskan tentang program prioritas itu, bahwa perbedaan metodelogi pelaksanaan yang menyebabkan bantuan tersebut menjadi tersendat,” ujarnya.
Selanjutnya ia menjelaskan, bagi masyarakat yang belum menerima bantuan dana bergulir itu, bisa mengajukan ulang ke BPR. Mudah-mudahan saja bisa secepatnya terealisasikan agar masyarakat atau pelaku UKM bisa memulai usahanya.***













