Sukabumi, BEDAnews.com
Seperti diungkapkan Wakil Walikota Sukabumi, H. Achmad Fahmi, S.Ag., M.M.Pd., permasalahan transportasi secara internal, di Kota Sukabumi masih belum optimal, karena terbatasnya akses jalan, terutama akses jalan dari arah timur ke barat dan sebaliknya. Hal ini diakibatkan, masih bercampurnya berbagai moda, dengan intensitas perjalanan yang tinggi, sehingga kerap menimbulkan penundaan atau delay perjalanan, pada ruas-ruas jalan nasional dalam Kota Sukabumi.
Dikatakannya, dari permasalahan tersebut, maka isu strategis dan kondisi objektif yang diinginkan oleh Pemerintah Kota Sukabumi, sebagaimana tertuang dalam RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) Provinsi Jawa Barat Nomor 28 Tahun 2010 dan RTRW Kota Sukabumi Nom1 Tahun 2012, diantaranya mendorong pengembangan aksesibilitas koridor Sukabumi – Cianjur dan PKN (Pusat Kegiatan Nasional) Pelabuhanratu, serta pengembangan infrastruktur jalan, yang terdiri dari pembangunan Jalan Lingkar Sukabumi di Kabupaten Sukabumi dan Kota Sukabumi, termasuk peningkatan kapasitas dan kondisi ruas jalan strategis.
Selanjutnya rencana keterkaitan fungsi antar WP (Wilayah Pengembangan) dalam pembangunan dan peningkatan infrastruktur wilayah, khususnya yang terkait dengan pengembangan WP Sukabumi dan sekitarnya, yakni WP Bodebekpuncur (Bogor – Depok – Bekasi – Puncak dan Cianjur), WP Cekungan Bandung serta WP Sukabumi dan sekitarnya, diantaranya pembangunan Jalan Tol Ciawi – Sukabumi dan Jalan Tol Sukabumi – Ciranjang, peningkatan kapasitas dan kondisi ruas jalan strategis, serta revitalisasi jalur Kerata Api Bandung – Sukabumi – Bogor.
Sedangkan tingkat mikro, yakni untuk mengatasi permasalahan kemacetan pada akses-akses masuk Kota Sukabumi dan mengantisipasi adanya interchange Jalan Tol Bocimi (Bogor – Ciawi – Sukabumi), di wilayah Sukabumi perlu didukung dengan adanya pembangunan jalan baru di wilayah utara, sebagai akses pendukung jalan tol, yakni pembangunan Jalan Lingkar Utara Sukabumi.
Dijelaskannya, pembangunan jalan lingkar tersebut, untuk merngurangi beban Jalan Nasional yang ada saat ini, yakni Jalan R.A. Kosasih dan Jalan K.H. Ahmad Sanusi, yang diharapkan dapat mendorong Kota Sukabumi, untuk berperan sebagai PKW (Pusat Kegiatan Wilayah), Pusat Koleksi dan Distribusi Skala Nasional, yang mampu menopang perekonomian Kota Sukabumi, melalui sektor tersier atau jasa, seperti sektor perdagangan, hotel dan restoran, pengangkutan dan telekomunikasi, serta berbagai sektor jasa lainnya.













