Namun demikian, ia mengingatkan bahwa, penggunaan teknologi tersebut juga memiliki risiko jika tidak diimbangi dengan proses verifikasi yang ketat.
“Algoritma bisa saja keliru. Karena itu verifikasi tetap menjadi kunci utama dalam kerja jurnalistik,” tegasnya.
Albertus menilai tantangan terbesar media menjelang pemilu mendatang adalah menjaga keseimbangan antara kecepatan dan akurasi informasi.
Tekanan untuk memproduksi berita secara cepat demi mengejar trafik dan klik sering kali berpotensi memicu penyebaran informasi yang belum terverifikasi.
Selain itu, ia juga menyoroti fenomena echo chamber atau ruang gema di media sosial, di mana publik cenderung hanya mengonsumsi informasi yang memperkuat pandangan politiknya sendiri.












