Dunia sedang berubah. Iran, yang selama puluhan tahun menjadi poros perlawanan, kini telah menjadi sasaran serangan aliansi Amerika Serikat dan Israel. Pertanyaannya bukanlah apakah akan terjadi pergeseran strategi, tetapi bagaimana dan ke arah mana pergeseran itu akan terjadi.
Pakistan dan Turki, dengan segala kapasitas dan posisi strategis mereka, adalah kandidat yang paling mungkin menjadi fokus perhatian berikutnya. Bukan karena mereka “musuh” Israel, tetapi karena mereka adalah dua negara Muslim terbesar yang masih memiliki kapasitas dan kemauan untuk menentang hegemoni Israel di kawasan.
Indonesia, sebagai saudara seperjuangan dan sebagai negara dengan kepentingan nasional yang jelas, tidak bisa tinggal diam. Kewaspadaan tanpa permusuhan, kesiapan tanpa provokasi, dan diplomasi yang aktif tanpa konfrontasi—itulah jalan yang harus kita tempuh.













