Laporan intelijen menunjukkan bahwa Israel dan sekutu-sekutunya mulai “berinvestasi” di kalangan oposisi Turki. Pendanaan, pelatihan media dan dukungan kampanye diberikan secara diam-diam kepada tokoh-tokoh yang dianggap lebih ramah terhadap Israel. Tujuannya adalah untuk mengalahkan Erdogan dalam pemilu berikutnya, atau setidaknya melemahkan kekuasaannya sehingga ia tidak bisa lagi bersuara lantang mendukung Palestina dan memusuhi Israel.
Ini adalah perang proksi versi politik. Musuh tidak perlu menembak. Mereka cukup memenangkan kursi kekuasaan.
*Poros Perlawanan yang Lahir dari Kepungan*
Namun, ada sisi yang tidak boleh kita abaikan. Sama seperti besi ditempa oleh api, kepungan yang dilakukan Israel terhadap Pakistan dan Turki justru memicu lahirnya aliansi perlawanan yang kuat.













