Menurutnya, mahasiswa saat ini tidak hanya menghadapi ancaman narkoba secara konvensional, tetapi juga perang pengaruh di ruang digital yang dapat merusak pola pikir, gaya hidup, dan masa depan generasi muda. Karena itu, penguatan karakter menjadi kebutuhan mendesak agar mahasiswa memiliki daya tahan terhadap berbagai bentuk penyimpangan sosial.
“Jangan pernah berpikir narkoba hanya menyasar kelompok tertentu. Hari ini yang disasar adalah generasi muda produktif, termasuk mahasiswa yang aktif di ruang digital. Modus peredaran narkoba sekarang berubah sangat cepat, memanfaatkan media sosial, pergaulan daring, bahkan pendekatan psikologis yang membuat anak muda merasa aman padahal sedang dijebak,” tegas Kepala BNNP Jawa Tengah.













