Ini bukan sekadar taktik diplomatik. Ini adalah penghinaan terselubung.
Dengan menggunakan Pakistan sebagai “juru bicara”, Iran mengirim sinyal yang jelas kepada Amerika: “Kami tidak menganggap AS layak untuk diajak bicara langsung. Cukup utusan kami melalui perantara yang akan berbicara dengan Anda.” Isi pesan yang disampaikan juga tidak main-main:
Pertama, pencabutan total blokade laut AS. Kedua, ganti rugi perang. Ketiga, jaminan keamanan jangka panjang tanpa agresi militer di masa depan.
Dan yang paling penting: Iran menegaskan bahwa ini tidak terkait dengan masalah nuklir. Artinya, isu nuklir dipisahkan sama sekali sehingga AS tidak bisa menggunakan program nuklir Iran sebagai alat tawar-menawar dalam konflik ini.













