Oleh: Mayjen TNI (Purn) Fulad
Penasihat Militer RI untuk PBB (2017–2019) | Komandan Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (2009–2010)
JAKARTA || Bedanews.com – Pagi ini hujan deras mengguyur Geopark Ciletuh. Saya duduk di rumah kebun yang sederhana, ditemani secangkir kopi hangat, air jatuh dari atap seng membentuk irama yang tenang. Namun di kepala saya, suasana tenang itu segera pecah oleh kabar yang datang dari Timur Tengah.
Saya bukanlah orang yang mudah terkejut. Saya pernah memegang senjata di Lebanon sebagai Komandan Pasukan Perdamaian PBB pada 2009–2010. Saya juga pernah duduk di ruang-ruang rapat Dewan Keamanan PBB di New York sebagai Penasihat Militer RI antara 2017 dan 2019. Saya sudah melihat sendiri bagaimana perang dimulai, bagaimana gencatan senjata dinegosiasikan, dan bagaimana anak-anak sering menjadi korbannya.













