“Oleh karena itu, dibutuhkan sinergi lintas sektor untuk mendukung kiprah Gen Z, baik melalui kebijakan ramah lingkungan, pendanaan inovatif, maupun platform pengembangan kapasitas,” tegasnya.
Ditegaskan pula bahwa, resiliensi Gen Z dalam menghadapi perubahan iklim bukan sekadar ketahanan untuk bertahan, tetapi juga kemampuan untuk bangkit, berinovasi dan membentuk tatanan baru yang lebih lestari.
Dengan kombinasi antara semangat aktivisme, kecakapan digital dan kesadaran kolektif, Gen Z berpotensi menjadi garda terdepan dalam membangun generasi tangguh yang mampu menghadapi dan mengatasi tantangan iklim masa depan. (Red).












