Mereka membentuk komunitas berbasis solidaritas, melakukan aksi kemanusiaan, hingga terlibat dalam advokasi kebijakan lingkungan di tingkat lokal maupun nasional.
Pentingnya pendidikan iklim sejak dini menjadi salah satu fokus utama dalam memperkuat ketahanan generasi ini. Banyak organisasi non-pemerintah dan lembaga pendidikan yang kini mulai mengintegrasikan isu iklim dalam kurikulum atau kegiatan ekstrakurikuler. Gen Z yang memperoleh pemahaman mendalam tentang dampak dan solusi perubahan iklim, cenderung lebih siap menghadapi tantangan dan menjadi agen perubahan di lingkungannya.
Menurut Dr Nova Riyanti Yusuf, meski memiliki potensi besar, Gen Z tetap menghadapi berbagai tantangan. Di antaranya adalah, minimnya dukungan struktural dari pemerintah dan sektor swasta, keterbatasan akses pada sumber daya untuk inovasi, serta masih kuatnya gaya hidup konsumtif yang bertentangan dengan prinsip keberlanjutan.












