Menurut Doni, menyiapkan pasukan untuk ikut lomba olah raga militer adalah ibarat persiapan menuju medan perang perang.
“Ini semacam latihan mengukur kemampuan pasukan. Kita siapkan latihannya, makanannya, juga mentalnya. Jadi kegiatan lomba olah raga militer adalah juga persiapan berangkat bertempur, berangkat ke medan perang. Komandan Kompi, Komandan Batalyon wajib belajar mengatur strategi. Mengatur dan mengukur kekuatan anak buah. Ini sebuah seni,” ungkap Doni.
Dalam pertandingan olah raga sipil, seorang atlit umumnya bertanding cukup dalam satu kecabangan. Namun dalam lomba olah raga di dunia militer, seorang atlit bisa ditugaskan bertanding beberapa cabang. “Misalnya seorang atlit militer bertanding di cabang lari, terus renang, sepak bola dan juga menembak. Satu orang ikut lomba di empat cabang,” kata Doni memberi contoh.













