Intinya, Doni menanamkan ruh slogan “lebih baik mandi keringat di dalam latihan daripada mandi darah dalam penugasan di medan tempur”.
*Hukuman Doni*
Ketika ditanya, apa pernah mendapat hukuman dari Doni Monardo selaku komandannya? Tri Aji spontan tertawa terbahak. “Pernah. Malam-malam ketahuan merokok. Padahal, saya sudah sembunyi-sembunyi… eh ketahuan. Ya habislah dimarahi, dijungkir-balik. Waktu itu usia saya 25 tahun, dan ya itu memang karena kebandelan saya,” ujar Tri masih dalam derai tawa.
Doni Monardo diakui mengajarkan banyak hal. Prinsip-prinsip kepemimpinan militer ditanamkan betul dan melekat hingga sekarang. “Selama di Mamuju saya ingat betul pesan beliau, agar mengutamakan keselamatan warga. Selama beliau di Mamuju, selalu memanggil dan memberi perintah. Mulai dari tugas evakuasi, penyiapan pos pengungsi, penyaluran sembako, penyiapan fasilitas Rumah Sakit Darurat, membuka jalan terisolir di Desa Bela dan Kopeang, dan lain-lain. Ya begitulah beliau, perintah mengalir seperti air,” ujar Tri lagi-lagi diiringi tawa senang.













