Tri bahkan yakin, jika waktu latihan lebih lama, bisa berprestasi lebih bagus. “Kami digembleng enam bulan. Dan saya kira semua prajurit yang pernah dipimpin beliau, pasti tahu, dalam menggembleng beliau tidak hanya memberi perintah, tetapi terlibat langsung. Ketika itu, beliau adalah sosok paling tangguh. Tidak ada prajurit lain yang mampu mengalahkan fisiknya,” puji Tri.
Kontingan terdiri atas 31 orang. Kesemuanya harus bisa dan siap diterjunkan di cabang mana pun. Baik olahrara militer, seperti lari lintas medan, renang militer, menembak, dan lain-lain. Olahraga umum seperti sepakbola, voli, tenis dan lain-lain. “Di cabang umum, saya masuk tim sepakbola,” ujar lulusan Akmil 1997 itu.
*Seni Perang*
Suatu ketika saya bertanya kepada Doni, mengapa ia begitu _all out_ menyiapkan anggotanya untuk lomba olahraga, padahal mereka kan unsur militer, bukan atlit?













