Dengan tegas Avhes menyatakan, bakti sosial khitanan massal yang digagas S3 merupakan bentuk nyata jihad untuk melawan kemiskinan. Sehingga seluruh anggota S3 dipastikan sebagai mujahid modern yang memerangi kemiskinan dan mencegah kekufuran di tengah masyarakat.
Saat ini, kata Avhes, bantuan sekecil apa pun dan dalam bentuk apa pun akan sangat diterima dan dihargai masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata jihad untuk melawan kemiskinan yang mendekatkan kekufuran dengan mengorbankan harta. Kita semua harus mendukung kegiatan-kegiatan seperti ini. Sebab tidak ada yang tidak mungkin jika kita lakukan bersama-sama. Ini bukan hanya tugas S3, tapi tugas kita semua selaku warga NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia),” ujarnya.
“Sebagaiman firman Allah, berjalanlah dengan harta dan jiwa. Inilah jiwa prajurit paripurna yang selalu siap tempur fisik dan mental mepertahankan NKRI. Juga siap berkorban harta untuk perang ekonomi akibat kemiskinan yang berdampak kekufuran. Bukan jihad konyol bunuh diri tanpa arti,” pungkasnya.













