Menurutnya, bila sekarang sekolah, madrasah, dan kampus boleh dipakai untuk kampanye Pemilu, yang kampanye itu adalah kegiatan peserta Pemilu atau pihak lain yang ditunjuk oleh peserta Pemilu untuk meyakinkan pemilih dengan menawarkan visi, misi, program, dan atau citra diri peserta Pemilu, tentu akan menjadi pemandangan baru dan ganjil.
“Lazimnya sebuah acara kampanye, tidak hanya sebatas mengenalkan program. Jargon, yel-yel, sebagai cara untuk memberikan penguatan, semangat, soliditas, kekompakan, adalah bagian yang tidak terpisahkan dalam rangkaian acara kampanye Pemilu.” Tandas Ocit
Lebih jauh Ia menjelaskan,tujuan akhir dari sebuah kampanye adalah dukungan. Sehingga dengan dukungan yang banyak, maka dalam sistem proporsional terbuka yang terpilih adalah yang meraih suara terbanyak. Apa jadinya bila di lembaga pendidikan ada gerakan dukung-mendukung.













