Fadli menggarisbawahi bahwa, salah satu pilar strategi Presiden adalah memperluas kemitraan dagang strategis. Upaya ini mencakup penguatan hubungan dengan BRICS, ASEAN, hingga mitra baru di kawasan negara-negara selatan global (_Global South_).
Menurutnya, diversifikasi mitra dagang menjadi keharusan, apalagi di tengah perang dagang dan kebijakan perdagangan AS yang semakin proteksionis.
Indonesia juga telah menandatangani kemitraan ekonomi seperti _Regional Comprehensive Economic Partnership_ (RCEP) dengan 10 negara ASEAN, Australia, Tiongkok, Jepang, Korea Selatan dan Selandia Baru, yang mencakup 27 persen perdagangan global.
Upaya aksesi ke Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) yang mencakup 64 persen perdagangan global juga terus dilakukan. Beberapa perjanjian dagang lainnya seperti _Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership_ (CP-TPP), _Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement_ (IEU-CEPA) dan _Indonesia-Eurasian Economic Union Comprehensive Economic Partnership Agreement_ (I-EAEU CEPA) juga menjadi bagian dari strategi ini.













