Yang terjadi di Islamabad adalah konsekuensi logis dari stok rudal yang menipis. Bukan keajaiban diplomasi.
*Adegan Islamabad yang Menggelikan*
Pemerintah Iran sudah dengan tegas mengatakan: “Kami tidak akan mengadakan perundingan langsung dengan perwakilan AS di Islamabad.”
Namun apa yang dilakukan AS? Utusan khusus mereka bahkan Wakil Presiden JD Vance dalam status siaga tetap bersikeras terbang ke Pakistan. Ini bukan diplomasi. Ini seseorang yang panik mencari pintu darurat karena tangga utama sudah terbakar.
Presiden Trump mengatakan “waktu terus berdetak bagi Iran”. Dengan segala hormat pada presiden negara sahabat melihat waktu lebih cepat berdetak bagi persediaan rudal AS sendiri.
Saya tidak bermaksud tidak sopan. Ketika stok rudal Patriot tinggal 47 persen dari inventaris awal, AS tidak mengancam siapa pun. AS berdoa semoga selama jeda ini tidak ada yang menyerang terlebih dahulu.













