Banjar, BEDAnews
Salah seorang bakal calon walikota Banjar, H. Atang Subarzah, menyatakan terima kasihnya kepada walikota yang sedang menjabat saat ini, karena infrastruktur kota Banjar sudah terbangun 80%.
Menurutnya, kini dirinya tinggal melirik bidang perekonomian, karena daya beli masyarakat Banjar masih rendah, untuk itu perlunya dikembangkan ekonomi kerakyatan seperti UKM, Koperasi-koperasi kecil yang bisa membantu memberi kemudahan pedagang pedagang kecil dalam hal pemberian pinjaman modal. Disamping itu, juga perlunya membantu mengembangkan kelompok di bidang pertanian dan peternakan, seperti yang sekarang sudah berjalan yaitu pengembangan budidaya lele.
Atang menilai, Banjar yang sudah dua periode atau 10 tahun dalam segi pembangunan, sudah cukup mapan, sehingga perlu dilirik ke sektor pembangunan yang lain, seperti pembangunan ekonomi. Ekonomi kerakyatan di Banjar masih belum mapan, karena mereka terbentur masalah permodalan. “Kita akan mencoba memfasilitasi dengan mencari sumber-sumber lain seperti mendatangkan investor, membuka koperasi lebih banyak atau usaha-usaha lain,” ungkapnya.
Diharapkan kota Banjar dapat menjadi kota transit perdagangan antara Jawa Barat dan Jawa Tengah, sebagai kota jasa, dan investor diharapkan menjadikan Banjar sebagai kawasan perdagangan.
Banyak potensi pariwisata di Banjar yang belum tergali seperti situ, wisata alam, seperti bantaran sungai Citanduy yang kalau ditata akan lebih indah, seperti misalnya di daerah lain yang mengandalkan wisata air, Banjar juga memiliki situs situs purbakala yang bisa dibanggakan.
Banjar juga belum memiliki gedung atau hotel yang refresentatif, sehingga setiap ada acara pertemuan, penyelenggarannya selalu dilakukan di Ciamis, padahal yang punya acara atau tuan rumah Banjar.
Kedepannya diharapkan di Banjar ada semacam hotel berbintang minimal bintang dua, sehingga acara acara yang dilakukan di Banjar bisa menghasilkan PAD untuk Pemkot, pungkas H. Atang. (Yuyus)











