Kedua, apa motif domestik Presiden Trump di balik semua ini? Kita semua tahu 2026 adalah tahun politik di AS. Apakah blokade dan pengerahan Dark Eagle ini sebagiannya didorong oleh kebutuhan untuk tampil “keras terhadap musuh” menjelang pemilu? Jika benar, maka nyawa jutaan orang dan stabilitas global sedang dijadikan kuda tunggang bagi ambisi politik seseorang.
Ketiga, di mana suara negara-negara Teluk seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab? Mereka diam-diam mendukung AS karena takut pada Iran, tetapi mereka juga akan menjadi korban pertama jika perang pecah. Tanker minyak mereka akan terbakar, ladang mereka akan menjadi sasaran rudal Iran. Apakah kepentingan jangka pendek mengalahkan akal sehat? Atau mereka sudah terlanjur masuk perangkap dan tidak bisa mundur?













