Dan Iran, jangan salah, tidak akan diam. Mereka telah mengancam “serangan panjang dan menyakitkan”. Artinya, jika Dark Eagle digunakan, maka sasaran tidak akan lagi terbatas pada pangkalan militer AS. Fasilitas minyak sekutu AS di Saudi dan UAE, kapal tanker di Teluk, bahkan infrastruktur sipil akan terbakar. Inilah yang dalam teori perang disebut asymmetric escalation.
*Pertanyaan Besar yang Jarang Ditanyakan*
Sekarang, izinkan saya mengajukan beberapa pertanyaan yang menurut saya sengaja tidak diangkat oleh media arus utama. Sebagai mantan penasihat PBB, saya merasa wajib bertanya keras.
Pertama, di mana posisi Rusia dan China di Dewan Keamanan? Selama masa tugas saya 2017-2019, saya melihat bagaimana mereka sering bermain simpati terhadap Iran untuk melawan AS. Sekarang, ketika blokade AS berlangsung, mengapa mereka hanya mengeluarkan pernyataan protes yang hambar? Apakah ada hitung-hitungan dagang minyak atau kepentingan di balik layar yang membuat mereka memilih diam? Jika DK PBB tidak bisa memaksa AS mencabut blokade, bukankah itu tanda bahwa sistem multilateral sedang mati perlahan?













