Pertanyaan kritis yang tidak cukup banyak diajukan wartawan kepada Gedung Putih adalah: mengapa AS memilih blokade jika mereka sungguh-sungguh menginginkan perdamaian? Saya menduga, dan ini boleh disebut sebagai analisis seorang mantan perwira, bahwa blokade adalah strategi untuk memaksa Iran menyerah tanpa perlu menginvasi. Tapi pertanyaan selanjutnya: bukankah itu berarti AS sendiri tidak percaya bahwa diplomasi akan berhasil?
Dan di mana suara negara-negara maritim seperti Indonesia? Kebebasan bernavigasi adalah darah daging perdagangan kita. Setiap kapal yang dicegat di Teluk Hormuz adalah preseden buruk. Saya khawatir, jika kita diam, suatu hari preseden serupa bisa diterapkan di Selat Malaka.
*Iran Juga Tidak Diam*













