KAB. BANDUNG || bedanews.com — Modus meminta bantuan dengan menggunakan nama orang lain ternyata semakin marak di media sosial. Tak tanggung-tanggung nama yang dicatut untuk menipu korbannya dengan alasan pinjam uang itu, diantaranya Ketua Fraksi PKB DPRD Kabupaten Bandung, Hj. Renie Rahayu Fauzie, dan H. Dasep Kurnia Gunarudin dari Fraksi PKS, juga Camat Pameungpeuk, H. Agus Hindar.
Renie mengaku sangat kaget ketika mengetahui namanya dicatut orang untuk meminta uang dengan dalih Kartu ATM-nya rusak, dan membutuhkan uang segera karena ada keperluan mendadak. Ia tidak mengetahui beberapa orang atau berapa puluh orang yang sudah tertipu karena perbuatan pelaku tersebut.
Untuk itu ia menegaskan kepada siapa saja yang menerima permintaan bantuan uang dengan alasan apa pun yang mengatasnamakan dirinya, diminta jangan dituruti. “Karena itu bukan akun saya. Dan saya baru tahu kalau akun saya sudah dicatut orang untuk kepentingan pribadi pelaku,” katanya saat ditemui di Gedung DPRD, Rabu 29 Maret 2023.
Ia sudah melimpahkan masalah pencemaran nama baiknya itu ke Kepolisian, dengan harapan pelaku bisa segera ditangkap dan diproses secara hukum agar ada efek jera. Juga mengimbau kepada masyarakat, jangan tertipu oleh pelaku yang menggunakan akunnya. Tapi kalau masyarakat mengetahui keberadaannya, ia mohon bantuannya untuk mengamankan dan menyerahkannya ke polilsi.
Sementara H. Dasep ketika dihubungi oleh bedanewd.com, mengemukakan dengan penuh kekesalan, kalau akunnya itu sudah lama dicatut pelaku untuk minta uang kepada teman-temannya. Bahkan sudah ada beberapa orang temannya yang tertipu, karena di akun tersebut jelas ada profil poto dirinya.
“Saya mengetahuinya kalau akun dicatut, ketika salah seorang teman menghubungi saya, dan menanyakan tranferan sudah masuk atau belum,” ujar Dasep.
Jelas dirinya kaget, sebab selama ini dirinya tidak pernah meminta atau meminjam uang untuk alasan apa pun. Ia mengimbau kepada masyarakat atau rekannya, bila ada SMS atau akun masuk yang mengatasnamakan dirinya dan berniat meminjam uang mohon diabaikan. Karena itu adalah penipu yang mencatut nama orang.
Begitu juga dengan Camat Pameungpeuk, Agus Hindar, yang merasa prihatin terhadap korban penipuan yang mengatasnamakan dirinya. Ia tidak menyangka ada orang sekeji itu, tega menjual nama hanya untuk kepentingan pribadinya.
Saat ini baik Agus juga Dasep tengah melacak keberadaannya oknum tersebut. Bila kemudian alamat yang didapatnya palsu dari tampilan akunnya, ia akan melaporkan ke pihak kepolisian dengan tuduhan Penipuan dan Pencemaran Nama Baik. “Selain individual yang ditipu, Pondok Pasantren pun dimintai juga dengan dalih kekurangan uang,” pungkas Agus.***













