BEDAnews.com
Kiprah Muhammadiyah sebagai gerakan Islam dan Dakwah sejak terbentuknya tahun 1912 lalu, tidak bisa diragukan lagi. Kontribusi pemikiran maupun perjuangannya terhadap bangsa Negara Indonesia sangatlah besar.
Menginjak satu Abad ini, eksistensi, sepak terjang gerakan dan perjuangan Muhammadiyah, semakin jelas dan terasa. Muhammadiyah pun selalu tampil sebagai bagian dari solusi untuk memecahkan segala persoalan umat dan bangsa dalam era global yang berdampak pada terjadinya pergeseran tatanan nilai di semua sector kehidupan.
Dalam menghadapai semua perubahan Zaman tersebut, Muhammadiyah terus melakukan langkah-langkah bersifat antisipatif dan strategis dalam membangun militansi kader. Salah satunya melalui Darul Arqom menggelar Pelatihan Struktural Wilayah Jawa Barat, Jakarta dan Banten yang digelar 19-25 Maret, di Hotel Posters, Bandung, dengan mengambil Thema “Penguatan Kompetensi dan Penguatan Peran Kader Untuk Masyarakat Utama”.
Ketua Pengurus Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat, Drs. KH. Ayat Dimyati, M.Ag, menyatakan bahwa Muhammadiyah sangat konsen terhadap persoalan bangsa, berusaha tampil dalam membangun perdaban dan moralitas bangsa, ujarnya saat dihubungi Rabu, (21/3).
Langkah tersebut lanjut Ayat, diambil Karena masalah moralitas, keadilan dan kesejahteran umat patut menjadi perhatian utama Muhammadiyah.
“Negeri ini sedang mengalami krisis moralitas, Muhammadiyah harus tampil terdepan dalam membangun integritas bangsa,” ujar Ayat. (hargribs)













