Jakarta-Bedanews.com
-Ketua Program Studi Studi Agama-Agama Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung Dr.Ilim Abdul Halim,M.Ag, menyampaikan pandangannya mengenai peran strategis dialog antaragama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Menurutnya, dialog antarumat beragama memiliki dua peran penting. Pertama, sebagai legitimasi sosial. “Melalui doktrin, tindakan, serta tokoh dan penganutnya, dialog antaragama bisa melegitimasi kebijakan-kebijakan yang dibuat pemerintah untuk kepentingan masyarakat. Peran seperti ini dapat disebut sebagai support system,” jelas Ilim saat mengikuti workshop dengan tema “Dialog Antaragama sebagai Strategi Pendidikan Perdamaian di Perguruan Tinggi”, yang digelar Paramadina Center for Religion and Philosophy (PCRP) Universitas Paramadina bekerja sama dengan Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI), Selasa,21 April 2026.













