Bandung, BEDAnews
Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda provinsi Jabar, melalui Kepala Bidang Sarana dan Prasarana H. Yus Rojali, membantah pihaknya telah memerintahkan salah satu LSM untuk membongkar asset fasilitas PORDASI Jabar dilokasi yang akan dibangun SOR Arcamanik yang akan dipersiapkan untuk pelaksanaan kegiatan PON XIX pada 2016 di Jawa Barat.
Hal ini dikatakan Yus Rozali saat dihubungi via telepon selulernya, Jum’at (5/7), menindak lanjuti pernyataan Ketua Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PORDASI) Jawa Barat H. Agus Williyanto kepada wartawan di DPRD Jabar yang merasa keberatan atas rencana pembongkaran asset fasilitas PORDASI di Arcamanik. “Disorda tidak mempunyai kewenangan melakukan pembongkaran, jadi tidak benar Disorda memerintah LSM untuk melakukkan pembongkaran paksa”, tegas Yus.
Diungkapkan Yus, demi kelancaran pembangunan Sport Center Arcamanik Jabar, Disorda telah memohon kepada Biro PBD Setda Jabar untuk dapat melakukan pembebasan lahan /tanah milik Pemprov Jabar yang dipergunakan oleh PORDASI. Jadi yang melakukan pembebasan yang dipergunakan PORDASI adalah Biro PBD Setda Jabar. Jadi salah besar kalau PORDASI mengajukan protes kepada Disorda, ujarnya.
Sebagaimana diungkapkan Ketua Pordasi Jabar kepada wartawan ada sekelompok orang akan melakukan pembongkaran terhadap asset fasilitas PORDASI Jabar di Arcamanik. Mereka sudah membawa truck dan peralatan untuk melakukan pembongkaran, namun berhasil kita hadang, dan pembongkaran tidak terjadi.
“Pengurus akan tetap mempertahankan asset filitas PORDASI Jabar, sebelum ada lokasi yang baru untuk kegiatan PORDASI”, tegas Agus kepada Wartawan di gedung DPRD Jabar, Kamis (4/7/2013).
Diungkapkan Agus pada prinsipnya PORDASI Jabar tidak ada niatan untuk menghalang-halangi pembangunan Sport Center Arcamanik Jabar. Tapi kami (PORDASI-red) memohon pihak Disorda dan Biro Pengelolan Barang Daerah Jabar agar tidak bertindak semena-mena. Apalagi sampai merusak asset fasilitas PORDASI.
“Kalau memang, pihak Disorda dan Biro PBD tetap memaksakan pembongkaran, kita (PORDASI-red) akan laporkan kepada POLDA Jabar. Dengan tuduhan, perbuatan tidak menyenangkan dan merusak asset milik PORDASI,” ujarnya.
Yus mengakui memang sampai saat ini, lokasi baru untuk PORDASI Jabar tengah dicarikan. Dari beberapa lokasi yang diajukan, belum ada kesepakatan. Namun bukan berarti pembangunan Sport Center Arcamanik harus terhenti. “Kan pembangunan Sport Center Arcamanik untuk kepentingan masyarakat Jawa Barat, dalam mempersiapkan sarana-prasarana olahraga untuk kepentingan Jabar sebagai tuan rumah PON XIX 2016, mendatang,” ujarnya.
Ketika persoalan ini, dikonfirmasikan kepada pihak Biro PBD, namun baik Kapala Biro maupun bagian Inventarisasi dan Pendayagunaan sedang tidak ada diruangan. (hermanto)











