Cimahi, BEDAnews
Mengais rejeki dilakukan orang dengan berbagai cara, demi bertahan hidup Achmad Maulana tak canggung selama empat tahun ngamen dari rumah ke rumah dan kampung-kampung. “Meskipun merasa sulit, namun ngamen juga mengasyikan, bagi pemain band mungkin gak akan mau atau sanggup melakukan hal yang saya lakukan ini,” ujar Acmad kepada BEDAnews, Jum’at (5/7).
Sejak pagi hingga sore, diapun keliling kampung mengitari wilayah Cimahi ataupun Bandung. Mulai dari Pasteur, Lembang, Cijerah, Parmindo, Leuwigajah,Cibeber, Gegerkalong, Padalarang, Padasuka, jika malam, di sepanjang jalan Raya Cibabat mengitari jongko warung makan, terkadang hingga seputaran Pateur, demi memenuhi kebutuhan hidup.
Diceritakannya, saat itu, ngamen door to door dilakukannya sebelum menikah, dia mengaku saat itu hasil ngamennya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, minimal bisa bersaing dengan temannya yang bekerja di pabrik atau karyawan swasta. “Alhamdulillah, sejak isteri mengandung, saya sudah berhenti ngamen dari kampung ke kampung, sekarang saya mengisi di sebuah rumah makan sunda, “ ujar ayah berputra satu ini.
Selain menngisi di rumah makan, Achmad pun mulai diminta untuk unjuk kemampuannya di kafe-kafe seputar Dago atau Braga, di acara wedding, seminar atau ulang tahun. Meskipun perjalannya cukup panjang dibidang musik, namun Achmad hinga kini belum terpikirkan untuk membuat grup. Pasalnya, agak susah untuk membuat grup yang solid. Sementara ini, dia masih sendiri dengan gitarnya.
Kedepan, dia berobsesi bisa bikin grup yang betul- betul solid.” Secara pribadi, saya ingin mensejahterakan keluarga dengan bermusik,lebih jauhnya lagi saya ingin mewujudkan cita-cita yang kini sedang disusun, intinya setia pada cita-cita. Beberapa lagu sudah sempat direkam, berupa instrumen solo gitar,atau gitar beserta vocal, tapi saya belum berniat serius mengerjakannya karena belum ada mood,” pungkasnya mengakhiri obrolan. (Bubun M)











