Sekarang tahapan selanjutnya mengelola seratus persen dengan kekuatan sendiri dan ini sesuai dengan semangat agenda reformasi,” tegasnya melalui keterangan tertulis, Kamis (17/2).
Said Dharma Setiawan mengatakan, apabila cita-cita Pemerintah Daerah Kabupaten Siak ada yang menghalangi berarti orang tersebut anti reformasi. Kalau anti reformasi berarti dia pendukung orde baru. Dan ini jelas, semangat anti reformasi ini bertentangan dengan program nawacita Presiden Republik Indonesia Jokowi dan pasti bertentangan dengan agenda-agenda perubahan di negara ini.
“Kita paham sekali lah Nasir ini stok lama sudah expired, anak beranak jadi anggota DPR RI dan akibat reformasi jadilah anggota dewan anak beranak tersebut, tak usah kita hiraukan, karena ingat kita harus berani menegaskan bahwasanya saya sendiri sebagai orang Melayu tinggal di Kabupaten Siak sangat mendukung sepenuhnya kebijakan Pemerintah Kabupaten Siak dalam konteks kepentingan rakyat tentunya,” tukasnya serius.













