*2. Jalur Muscat: Saluran Netral yang Teruji*
Oman bukan pemain baru dalam konflik Timur Tengah. Sejak kesepakatan nuklir JCPOA 2015, Oman telah menjadi fasilitator netral yang dipercaya oleh AS, Iran, bahkan Israel.
Kelebihan Oman adalah netralitasnya yang tidak diragukan. Negara ini tidak memiliki agenda tersembunyi dan tidak terikat aliansi militer dengan salah satu pihak. Dengan menitipkan proposal 14 poinnya di Muscat, Iran memastikan pesannya sampai ke Washington tanpa menimbulkan kesan konfrontasi atau kelemahan.
Ini adalah diplomasi “ low-profile, high-impact “. Tanpa konferensi pers. Tanpa foto bersama. Tapi substansi sampai.
*3. Jalur Saint Petersburg: Saluran Tekanan Geopolitik*
Di sinilah dimensi diplomasi Iran berubah dari negosiasi menjadi tekanan strategis. Rusia bukan sekadar kurir. Rusia adalah kekuatan besar yang sedang bersaing langsung dengan AS di Ukraina, Suriah, dan kawasan Laut Hitam.













