Ada dua alasan utama di balik penolakan tersebut.
*Pertama,* dimensi teknis. Dalam era digital, satu rekaman telepon adalah senjata. Trump bisa memotong, mengedit, dan menyebarkannya ke media sosial dalam hitungan menit. Dengan tidak adanya rekaman, Trump kehilangan amunisi untuk menghancurkan kredibilitas Iran di mata publik global, khususnya di dunia Islam.
*Kedua,* dimensi psikologis. Di Timur Tengah, martabat dan kehormatan adalah mata uang politik yang lebih berharga dari uang itu sendiri. Jika Iran berbicara langsung dengan Trump, maka dalam persepsi publik regional, Iran telah menempatkan diri di bawah AS. Dengan menolak, Iran mempertahankan posisi setara. Ini adalah fondasi dari “deterrence by reputation”.
Jadi penolakan ini bukan bentuk arogansi. Ini adalah bentuk proteksi terhadap narasi strategis Iran.













