KulinerRagam

“Dijabanan”, Ajang Pengusaha Nonformal Kota Bandung Unjuk Gigi

BANDUNG, BEDAnews.com – Para pengusaha nonformal terus didorong Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung untuk mengembangkan potensinya. Pemkot Bandung ingin pengusaha nonformal berkembang menjadi formal.

Untuk itu, Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kota Bandung, Jumat (4/10/2019) petang menggelar acara Festival Dijabanan (Didieu Aya Jajanan Bandung) tahun 2019, di Metro Indah Mall Kota Bandung Jalan Soekarno Hatta. 

Festival tersebut berisi berbagai macam kuliner para pedagang nonformal dan juga unsur kewilayahan. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan omzet serta pemasaran yang lebih masif.

“Dengan kegiatan ini, pedagang nonformal bisa meningkatkan kreativitas, juga sebagai pemberdayaan yang lebih baik. Diharapkan bisa memproduksi usahanya untuk meningkatkan pendapatan, sehingga bisa punya tempat yang tetap,” ujar Sekretaris Dinas Dinas KUMKM Kota Bandung, Iwan Rusmawan. 

Kegiatan tersebut, lanjut Iwan, diselenggarakan selama tiga hari, mulai 4 – 6 Oktober 2019, dengan beragam acara seperti, usaha nonformal exhibition, nonformal award, Culinary festival, dance competition, fashion competition, zumba morning, cooking demo, live music, art performance, communities performance, dan gim.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesra Kota Bandung, Priana Wirasaputra menyambut baik festival ini. Pasalnya, sebagai kota metropolitan, Bandung wajib mengembang usaha nonformal. Apalagi kuliner jajanan telah menjadi ciri khas Kota Bandung.

“Pengusaha memang harus kreatif dan mampu berdaya saing dengan dunia usaha,” katanya. 

Ia pun menyarankan agar para pengusaha mahir dalam mengelola teknologi. Karena di zaman modern ini, teknologi menjadi hal utama untuk memasarkan produk.

“Mulai media sosial seperti Instagram atau Facebook itu wajib kita kelola. Sebagai cara utama memasarkan produk kita,” ujarnya. (Alief)

Tags
Selanjutnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button
Close